Sendiri dalam penantian, menyepikan hati cuma untuk seorang yang pantas untuk tempati. Dia yang berani setia, tak cuma mengumb4r kalimat bahagia tanpa ada berani untuk memastikan hari di mana kita dipersatukan. Dipersatukan dalam satu j4lin4n yang halal, j4lin4n dua anak manusia yang tidak sama latar belakang.
Bila dia jodohku, jagalah dia dalam kebaikan serta pertemukan kami di saat yang pas. Saat di mana kita berdua betul-betul siap serta mantap untuk memiliki status baru. Tak akan tergantung dengan adanya orang-tua serta tanggung jawab hidup bakal kita pikul bersama.
======
Jaga kami dalam kebaikan, tidak apa sama-sama mengharapkan serta sama-sama menjauhi. Lantaran jodoh tak mesti senantiasa bersama sebelumnya kepelaminan. Sibukan kami dalam kebaikan hingga kami siap serta lupa lamanya penantian. Penantian yang terkadang memberi keraguan serta hilangnya kepercayaan bila kau yaitu jodoh yang disiapkan untuk ku.
Kita sama sama-sama tak tau, bila nanti kau serta saya bakal bersama. Bersama tidak cuma berdua, namun ada keluarga yang kita satukan serta ada jalan yang kita pesiapkan. Ibu serta ayahmu bakal jadi ibu serta ayahku juga, begitu juga sebaliknya. Jadi janganlah sungkan bila kau nanti ingin pulang ke mana, kau yaitu sisi yang saya dapatkan serta pada akhirnya dipersatukan.
Permasalahan jodoh bukanlah siapa cepat dia bisa, ini masalah kesabaran dalam penantian serta masalah kepercayaan bakal satu ketetapan. Tentu kau akan tiba bertamu, tentu kita bakal berjumpa, walaupun saat ini saya belum tau siapa namamu.
Jodohku bolehkan saya sebut namamu dalam doa, Namun Allah lebih tau kemana hati ini bakal tertuju serta semestinya ada. Bila yang saya sebut namanya dalam doa tak jadi apa yang saya berharap serta tidak dipersatukan. Kita mengharapkan setiap doa bakal semakin mendekatkan dengan yang mempunyai takdir serta memberi kebaikan dan memperkuat keyakinan. Walaupun kita tak dapat untuk bersama serta kau bahagia dengan seorang terkecuali saya
