Kasus pembunuhan sadis seseorang wanita dengan dimutilasi yang terjadi di daerah Tanggerang, Banten, beberapa waktu lalu pada akhirnya berujung dengan penangkapan tersangka AG di sebuah Rumah makan di Lokasi Kota Surabaya, Jawa timur Rabu (20/04/2016) tempo hari.
Kasus ini juga masih jadi perbincangan hangat seluruh Warga di sekitaran tempat peristiwa di Kampung Telaga Sari, Kecamatan Cikupa, Kabupaten Tangerang, Banten. Tidak hanya masalah peristiwa tetapi warga sempat juga menceritakan mengenai sesuatu hal yang berbau mistis di sekitaran tempat tempat tinggal kontrakan tempat kejadia mutilasi sadis berlangsung.
Sebagian warga menjelaskan bahwa, saat malam hari kerap tercium bau busuk yang menyeruak dari kamar kontrakan tempat mayat ditemukan. Menurut warga, bau busuk itu baru kali ini tercium sampai ke jalan depan tempat tinggal, mulai sejak kemunculan bau busuk
misterius itu warga sekitaran ketakutan. Selain itu penghuni kontrakan di sekitaran tempat peristiwa telah banyak yang pindah.
" Penghuni Kontrakan telah pindah dikarenakan takut, " kata warga
Sebagian warga yang lain juga menjelaskan cerita mengenai seseorang warga yang kerasukan serta mengatakan kalimat kesakitan dengan suara lirih. Warga yang kesurupan itu tidak lain yaitu tetangga kontrakan korban sendiri.
ati menjelaskan, warga yang kesurupan itu merupakan tetangga korban yang rumahnya berjarak hanya beberapa meter dari tempat tinggal kontrakan yang dihuni korban.
" saat kesurupan, warga itu menyampaikan sebagian keinginan seperti, memohon dicarikan kaki serta anggota tubuh yang lain.
" Tadi pagi ada yang kesurupan, ngomongnya gini, BI‘Di mana kaki saya? Saya orang Lebak, tolong temukan anggota tubuh saya' kata warga
Menurut Wati, saat kesurupan, warga itu menyampaikan sebagian keinginan seperti, memohon dicarikan kaki serta anggota tubuh yang lain.
" Tadi pagi ada yang kesurupan, ngomongnya gini, ‘Di mana kaki saya? Saya orang Lebak, tolong temukan anggota tubuh saya' demikian katanya, " ujar Wati.
Saat ini, masalah itu sudah sedikit menemukan titik terang, karena kepolisian telah mengambil keputusan pria bernama Kusmayadi dengan sebutan lain Agus bin Dulgani sebagai pelakunya. Agus saat ini dalam buruan polisi.
